LETS JOINS

Selasa, 14 Desember 2010

BUAH KESABARAN DAN KEGIGIHAN

Ada apa sebenarnya dengan diri kita sehingga kita seringkali dihadapkan kepada hal-hal yang kita anggap tidak adil dalam kehidupan ini..
Ada beberapa pendapat yang mengemukakan bahwa kita harus tetap gigih dan sabar dalam menghadapi segala rintangan yang ada di masyarakat atau di sekitar kita, kebencian,kemunafikan,fitnah dan sebagainya semuanya adalah penyakit hati yang akan menjerumuskan kita kepada permusuhan yang tiada akhir.
Ada beberapa kiat supaya kita dapat memetik buah kesabaran dan kegigihan :
1. Jangan lupa 3 S..senyum sapa dan salam kepada sesama
2. Jangan Lupa Berdoa pada Yang Maha Kuasa
3. Jangan Lupa Sisihkan sedikit Rejeki kita untuk Orang Lain
4. Jangan Lupa Bersilaturahmi dan menjalin kebersamaan dengan sesama,tetangga,kerabat dan keluarga
5. Sisipkan Warna Merah dalam kehidupan anda...cerminan semangat yang tak pernah pudar.

Senin, 13 Desember 2010

PERENCANAAN KEUANGAN MASA DEPAN

Saat ini kita dihadapkan kepada beberapa perubahan yang sangat dramatis
Lembaga Perbankan dan keuangan saat sekarang ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat berkat kemajuan Teknologi Informasi yang semakin canggih, didukung dengan lahirnya  Produk – produk perbankan saat sekarang ini yang sangat membantu  untuk memperlancar transaksi – transaksi dalam kehidupan kita sehari – hari. On – Line begitulah saat sekarang ini kita kenal.
Bayar Listrik,bayar telepon,beli pulsa,kirim uang,bayar pajak,bayar gaji pegawai,belanja beli rumah,bangun rumah,bayar uang kuliah dan sebagainya sudah dapat dicakup oleh Lembaga Perbankan.Dengan kata lain didompet saat sekarang ini jarang ada uang tunai yang ada saat sekarang ini kartu dan kartu yang dapat digesek dimana dan kapan saja.
Ini pengalaman saya sebagai pribadi dengan melihat ilustrasi diatas yang notabene kasarnya kita bisa apa saja dengan bantuan Perbankan.
Sedari kecil saya sudah ditanamkan orang tua untuk menabung dan berhemat, masih ingat dalam benak saya ketika bapak buatkan saya celengan dari bumbung bambu...sederhana sekali, bapa berpesan sisihkan uang jajan barang berapa rupiah saja, pesan itu kujalankan dengan rajinnya rupiah demi rupiah saya masukan ke bumbung bambu itu apalagi jika datang hari raya banyak sodara yang memberikan upah saweran senang sekali rasanya...ya jumlahnya cukup lumayan untuk ukuran saya waktu itu...saya belum  mengenal menabung di bank waktu itu.
Seiring berjalannya waktu saya masuk SMP di suatu Kota kecamatan ,Baru mengenal nama saja yang kala itu Cuma ada Bank Rakyat Indonesia...belum mengenal perbankan seutuhnya yang teringat bahwa bank adalah tempat menyimpan  dan meminjam uang.
Sama di SMP juga saya ikut menabung tapi sudah agak naik peringkat dengan ikut menabung kolektif di Sekolah, sampai saya lulus SMP masuk ke SMA lebih ke kota lagi disana ternyata bukan hanya BRI namun sudah ada bank lainnya seperti Bapindo,BNI dan bank swasta lainnya.
Lama – lama setelah sekian lama menetap di kota, baru kelas 2 ( dua ) SMA saya mempunyai rekening Tabungan atas nama sendiri di sebuah bank milik pemerintah..bangga juga..sisa uang SPP, jajan dan uang kost serta uang bekal bulanan saya sisihkan kurang lebih 10 – 25 persennya. Waktu itu saya dibekali orang tua Rp 100.000.0 setiap bulannya,uang sebesar itu masih  sangat berarti dengan kata lain cukup bersisa untuk bisa menabung..
Selepas SMA saya merantau ke luar Jawa tujuannya cari kerja...dengan susah payah akhirnya saya bekerja juga di sebuah perusahaan jasa pengiriman, tugas saya tamatan SMA adalah Office Boy,banyak waktu luang, akhirnya saya iseng ikut UMPTN dan Lulus di PTN yang ada disana.Dengan bertambahnya kesibukan kuliah akhirnya saya putuskan untuk keluar dari pekerjaan itu dan fokus menjalani kuliah sampai tuntas.
Saya kabari bahwa sekarang ini saya kuliah sesuai petunjuk Bapak untuk tidak bekerja dulu, orang tua gembira dengan keputusan itu namun dengan begitu Biaya hidup dan lainnya Otomatis saya minta tolong ke orang tua.Waktu itu orang tua sempat bingung bagaimana caranya mengirim uang yang cepat dan tepat untuk menopang biaya sekolah disana yang sangat jauh dan terpisahkan oleh lautan.
Lembaga perbankan menghempaskan keraguan itu...iya Transfer by ATM...Canggih dan seketika tidak usah menunggu berminggu-minggu dan mengurus kesana kemari untuk mencairkannya..Selepas Universitas saya masih setia dengan produk lama perbankan yaitu menabung tanpa embel-embel apapun, dan seperti biasa saya juga pontang panting mencari pekerjaan,...keluar masuk kerja cari yang srek di hati begitulah selepas lulus jadi sarjana.
Bosan jadi pencari kerja pulang kampung saja akhirnya...coba buka lahan usaha agro; ternak ayam,itik,ikan dan sebagainya pernah dilakoni..transaksi keuangan tetap dengan rekening bank yang dulu pada saat saya kuliah..namun pikiran dan jiwa agak tidak sinkron, masa sarjana masih juga bergelut dengan tanah..perasaan negatif itu terus ada hingga akhirnya lahan usaha yang coba dikembangkan berakhir begitu saja tanpa ujung pangkalnya..hidup tidak matipun tidak.
Saya akui memang Tidak terlepas dari pengaruh lingkungan keluarga saya yang Pegawai Negeri Sipil semua termasuk orang tua saya mereka mengabdi hampir 30 tahun jelas masih tertanam bahwa anak-anaknya harus menjadi PNS??...apa lebihnya sih jika  menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil?.
Mereka bilang jadi PNS menjamin pendapatan gaji tiap bulan, pensiun dikasih,jaminan kesehatan jalan dan yang pasti di PNS tidak mengenal PHK selebihnya bilang jadi PNS adalah prestise di masyarakat..begitulah orang tua saya mencekoki supaya bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil...,manut pada orang tua adalah bakti sesungguhnya pepatah berkata demikian, saya pun tiap ada kesempatan bolak balik testing namun nasib berkata lain rupanya Tuhan belum mengijinkan saya untuk menjadi seorang PNS?...Jangan menyerah....lagi-lagi orang tua memberikan semangat dan saya pun tetap semangat untuk ikut jika ada kesempatan..suatu saat ditakdirkan lulus kuanggap sebagai baktiku untuk menjalankan pesan orang tua.
Saat ini alhamdulillah saya sudah menetap bekerja meskipun di lembaga swasta, kenyataannya bekerja di lembaga swasta sangat Under Pressure dan penuh dengan tekanan pencapaian target. Inilah kerja sesungguhnya.
Meski penuh dengan tekanan lembaga tempat saya bekerja belum mampu memberikan tingkat kesejahteraan yang memadai bagi karyawannya hanya ada gaji to dengan jumlah yang pas-pasan..belum ada jaminan untuk biaya pensiun,kesehatan, dan sebagainya menyedihkan memang.
Saya tidak mengecilkan arti semuanya prinsip saya adalah bekerja dengan baik dan berusaha mengembangkan rintisan usaha yang sedang dijalankan,maklum saya dapat dikatakan tahu bagaimana lembaga itu kami bidani pertama kali untuk berdiri seperti saat sekarang ini, membesarkan perusahaan ternyata sangat sulit khususnya untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat sebagai konsumen kami.
Dan Saya tidak berharap banyak pada kebaikan perusahaan....Sesungguhnya saya mempunyai 5 mimpi yang harus saya capai selama hidup  ini :
  1. Saya ingin mempunyai Kekayaan, rumah,mobil dan sebagainya..
  2. Saya ingin menyekolahkan anak-anak saya ke jenjang yang lebih baik
  3. Saya ingin memasuki dan menikmati masa pensiun saya dengan nyaman
  4. Saya ingin menikmati jalan-jalan keluar negeri...menunaikan ibadah haji misalnya..
    1. Saya ingin mempunyai sebuah investasi yang dapat menjamin kelangsungan kehidupan keluaga di masa depan.
Disamping itu saya memikirkan juga bagaimana melindungi keluarga saya apabila suatu saat saya terkena resiko kehidupan dalam hal ini misalnya.
  1. Sakit Kritis
  2. Cacat Tetap total atau
  3. Kematian menjemput saya.
Mengukur kondisi tempat kerja saya sekarang yang demikian; belum maksimal memperhatikan mimpi saya diatas bagaimana caranya mewujudkan mimpi ditengah pendapatan yang relatif kurang ini.
Akhirnya saya bersama istri tercinta memutar otak agar mampu mewujudkan mimpi kami diatas..ini juga berkah menikah.hingga pada akhirnya kami satukan semua income yang masuk untuk dikelola secara bersama dan memutarkan kembali dana yang ada sehingga berkembang.
Mandiri dan berdikari itulah mungkin yang tepat kami lakukan saat ini, kami tidak perduli dengan kondisi perusahaan kami yang belum maksimal memperhatikan karyawannya, dengan tekad yang bulat kami datangi Customer Sevice sebuah Bank Pemerintah di dekat kami bekerja saat ini.
Saya utarakan mimpi saya diatas kepada mereka, dan mereka merespond positip setiap apa yang telah kami ungkapkan, mereka memberikan solusi untuk meraih itu semua yang notabene katanya fasilitas itu hanya ada manakala menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil. Sang Customer Service bank berkata bahwa saat sekarang pegawai Swasta pun bisa secara mandiri menjalankan fasilitas itu.
Dia mengatakan bahwa kami harus memangkas 7 ( Tujuh ) rekening bank yang kami punya saat itu di bank yang berbeda, inilah rekening yang biasa kami gunakan.
  1. Rekening untuk payroll Gaji
  2. Rekening Pembayaran Listrik,telpon,kartu kredit,pulsa hp.
  3. Rekening Investasi
  4. Rekening Tabungan Rencana
  5. Rekening Pembayaran sekolah
  6. Rekening Kredit Rumah
  7. Rekening Tambahan.
Sang Customer Service pun menyarankan rekening kami yang ada dipadatkan untuk mengelola 3 ( Tiga ) penggunaan rekening bank menjadi :
  1. Rekening payroll Gaji
  2. Rekening Pembayaran
  3. Rekening khusus. ( Jangka Menengah dan Jangka Panjang )
Inilah kelebihannya bagaimana sebuah lembaga perbankan membantu kami pekerja yang tidak punya fasilitas dari kantornya menjadi seorang pekerja yang mempunyai semua fasilitas diatas saat ini bukan hanya untuk kalangan PNS saja; dana persiapan pensiun,dana pemeliharaan kesehatan khususnya rawat inap,sakit kritis,kecelakaan,kematian,dan dana cadangan semuanya menjadi termanage dengan pasti, itulah mimpi masa depan kami, meskipun jujur saat ini kami harus lebih disiplin dalam memperhitungkan penggunaan dari setiap helai rupiah yang kami dapatkan.Itulah harga dari sebuah fasilitas, berjalan bersama Lembaga Perbankan.
Saat ini kami tidak peduli lagi untuk menjadi seorang PNS atau tidak meskipun jika ada kesempatan kami tetap coba ikut serta,..namun sekali lagi jika berbicara fasilitas, itu semua sudah kami dapatkan, mungkin hanya 1 ( satu ) masalah kami saat ini bagaimana memupuk perusahaan kami untuk dapat berkembang lebih besar lagi.
Lagi – lagi inilah peran lembaga Perbankan membantu kami mewujudkan mimpi membesarkan perusahaan tempat kami berkarya dan mengembangkan diri,karena banyak sharring dan beradu pendapat hingga pada akhirnya kami kenal dengan pejabat di bank tempat kami menabung dan menumbuhkan kepercayaan yang saling menguntungkan, pihak bank menggelontorkan dananya membantu kami membangun ruangan kator yang cukup megah.
Saat ini Saya akan coba adopsikan dan menghitung berapa dana yang harus dikeluarkan dan disediakan perusahaan untuk setiap karyawan apabila program yang sudah saya jalankan dengan istri saya saat ini dapat dijalankan di perusahaan tempat kami bekerja, sistemnya akan disesuaikan dengan kemampuan perusahaan tentunya.
Kami tidak apriori terhadap semuanya mungkin inilah jalan Tuhan untuk kami,....Terima kasih Yaa Alloh sampai tulisan ini saya buat Insya Allah perusahaan dan Income kami masih Setle selama 30 tahun kedepan dan seterusnya itulah komitmen..termasuk akan berusaha untuk lebih memanusiakan manusia yang ada membantu kami menjalankan perusahaan yang sedang berkembang dan kami jalankan saat ini.
Pesan saya Cuma satu ayo gunakan lembaga perbankan untuk merajut masa depan yang lebih baik Perencanaan Masa Depan Lebih Baik Bersama Lembaga Perbankan yang terpercaya mengelola dana nasabahnya akan menciptakan masa depan yang lebih cerah.
Jangan menyerah pada nasib tapi tantanglah nasib itu....masih banyak peluang yang dapat kita jalankan dengan baik. Menggandeng lembaga keuangan dan perbankan fasilitas pekerja non PNS pun dapat kita dapatkan sama dengan apa yang diperoleh seorang PNS malah bisa lebih..saat ini janganlah terlalu ngoyo menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil.
Kunci utama dari seorang Pegawai Swasta adalah Dedikasi dan Disiplin khususnya dalam memanajemen penggunaan Keuangannya...Lembaga Perbankan bisa membantu kita memberikan jalan keluarnya...Seperti saya saat sekarang ini.
..